Memahami Perjanjian Iklim Belanda dan Tujuannya

Perjanjian Iklim Belanda

Memahami Perjanjian Iklim Belanda dan Tujuannya

Beberapa minggu terakhir, kesepakatan iklim menjadi topik yang banyak dibahas. Namun, bagi banyak orang, tidak jelas apa sebenarnya kesepakatan iklim itu dan apa saja isi kesepakatan ini. Semuanya berawal dari Kesepakatan Iklim Paris. Ini adalah kesepakatan antara hampir semua negara di dunia untuk menghentikan perubahan iklim dan membatasi pemanasan global. Kesepakatan ini akan mulai berlaku pada tahun 2020. Untuk mencapai tujuan dari Kesepakatan Iklim Paris, beberapa kesepakatan harus dibuat di Belanda. Kesepakatan ini akan dicatat dalam Kesepakatan Iklim Belanda.

Tujuan utama Perjanjian Iklim Belanda adalah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di Belanda hingga 2030 persen lebih sedikit pada tahun 1990 dibandingkan emisi yang kita hasilkan pada tahun 2. Perhatian khusus akan diberikan untuk mengurangi emisi COXNUMX. Berbagai pihak terlibat dalam realisasi perjanjian iklim. Ini menyangkut, misalnya, badan pemerintah, serikat pekerja, dan organisasi lingkungan. Pihak-pihak ini terbagi dalam berbagai bidang sektoral, yaitu listrik, lingkungan perkotaan, industri, pertanian, serta penggunaan lahan dan mobilitas.

Perjanjian Belanda-Iklim

Perjanjian Iklim Paris

Untuk mencapai tujuan yang berasal dari Perjanjian Iklim Paris, langkah-langkah tertentu harus diambil. Jelas bahwa langkah-langkah tersebut akan membutuhkan biaya. Prinsipnya adalah bahwa transisi menuju emisi CO2 yang lebih sedikit harus tetap layak dan terjangkau bagi semua orang. Biaya harus didistribusikan secara adil untuk mempertahankan dukungan bagi langkah-langkah yang akan diambil. Setiap tabel sektoral telah diberi tugas untuk menghemat sejumlah ton CO2.

Pada akhirnya, hal ini akan berujung pada kesepakatan iklim nasional. Saat ini, kesepakatan iklim sementara telah disusun. Namun, tidak semua pihak yang terlibat dalam negosiasi saat ini bersedia menandatangani kesepakatan ini. Di antaranya, sejumlah organisasi lingkungan dan Dutch FNV tidak setuju dengan kesepakatan yang ditetapkan dalam perjanjian sementara mengenai iklim. Ketidakpuasan ini terutama menyangkut proposal dari tabel sektoral industri.

Menurut organisasi-organisasi tersebut, sektor bisnis harus mengatasi masalah tersebut dengan lebih serius, terutama karena sektor industri bertanggung jawab atas sebagian besar emisi gas rumah kaca. Saat ini, masyarakat umum akan lebih dihadapkan pada biaya dan konsekuensi daripada industri. Oleh karena itu, organisasi yang menolak menandatangani tidak setuju dengan langkah-langkah yang diusulkan. Jika perjanjian sementara tidak diubah, tidak semua organisasi akan membubuhkan tanda tangan pada perjanjian akhir.

Selain itu, langkah-langkah yang diusulkan dari perjanjian sementara mengenai iklim masih perlu dihitung dan Senat Belanda serta DPR Belanda masih harus menyetujui perjanjian yang diusulkan. Oleh karena itu, jelas bahwa negosiasi yang panjang mengenai iklim perjanjian belum membuahkan hasil yang memuaskan dan masih diperlukan waktu sebelum kesepakatan iklim yang pasti tercapai.

Law & More